cerpen – malam minggu pertama tanpa cinta

cerpen – malam minggu pertama tanpa cinta

nungguin kamu

nungguin kamu

Saat malam tiba kududuk sendiri

Senyuman maismu datang menghampiri

Saat malam kuduk sendiri

Bayangan wajahmu mulai mengantui

 

Lagu dari HP Revina nemenin cewek itu yang lagi galau di teras rumah. Dia duduk di pembatas teras yang lebar. Bahunya bersandar pada pilar berbentuk persegi yang menjulang menopang atap genting. Cewek itu make kaos ungu dan celana pendek merah setengah paha. Rambutnya terurai lepas tanpa makeup. Continue reading

cerpen sastra – ini pelecehan!

ini pelecehan!

Setelah selesai sholat Duha Wika segera bergabung dengan teman-temannya di kantin. Revina, Silvia dan Citra telah memsan tempat duluan dan kini sedang makan. Wika membeli donat lalu bergabung dengan mereka.
“ Akhirnya, aku sudah update. Sekarang setelah nulis cerpen aku bisa nyantai sebentar.” Ujar Wika.
“ Cerpen yang tadi pagi ya, Wik?” tanya Citra.
“ Iya. Akhirnya aku kemarin dapat bahan cerpen buat ditulis. Aku edit lalu aku posting. Tadi fotokopiannya aku kasih ke Revina dan Silvia. Kamu bisa dapet kalo kamu mau.” Jawab Wika.
“ Makasih.” Continue reading

cerpen blog – hampir seminggu

cerpen blog – hampir seminggu

melihat kalender, hampir seminggu nggak ngeblog

melihat kalender, hampir seminggu nggak ngeblog

“ Duh! Apa yang harus aku lakuin?” Tanya Wika memegangi dahinya.

“ Kenapa, Wik?” Tanya Silvia di sebelahnya.

“ Ini. Aku harus cepet-cepet nulis buat bikin cerpen. Aku harus update blogku. Udahh hampir seminggu aku nggak update. Aku udah nyari ke mana-mana tapi nggak ketemu-ketemu juga.”jawab Wika.

“ Iya ya. Akhir-akhir ini kamu jarang nulis. Kenapa? Padahal dulu setiap hari kamu nulis.” Tanya Silvia.

“ Dulu ayahku bilang blogger nggak Cuma nulis sama ngeblog. Blogger juga harus promosi blognya dan bergaul sama orang lain. Makanya aku twitteran juga, facebookan, blogwalking dan laen-laen.” Continue reading

cerpen sosial – apa kata mereka

cerpen sosial – apa kata mereka

images (1)

galau sendiri di kamar mikirin kata-kata buat jawab apa kata mereka

galau sendiri di kamar

Revina duduk di ranjangnya yang berwarna hijau dan biru. Cewek 15 tahun itu memandangi foto Johan yang ia tempel di kalender dua minggu lalu. Revina memakai kaos ungu dan legging sewarna. Rambutnya terurai lurus tanpa riasan apapun. Ia duduk dengan paha merapat dan kaki melebar. Kedua tangannya ia letakkan di antara kedua pahanya.

“ Ternyata kamu gitu ya, Han?  Kamu lepasin aku demi aku. Kamu ternyata baik baik banget. Aku jadi sayang sama kamu biarpun kita nggak bisa jalan bareng lagi.” Continue reading

cerpen kehidupan – ada cahaya di lampu yang lain

cerpen kehidupan – walau habis terang

ada lampu jalan lain untuk menerangi hidupmu setelah SMA

ada lampu jalan lain untuk menerangi hidupmu setelah SMA

Suara band makin menghentak hingga menembus keluar aula. Acara makin mendekati puncaknya pada jam 08.00 malam. Suara-suara makin meriah dari band dan sorak sorai penontonnya yang rata-rata adalah para remaja siswa-siswa SMA satria. Namun satu dari mereka, Silvi malah keluar. Dia berjalan lewat samping. Seorang cowok mengikutinya.

Cewek bertubuh kecil berkulit putih rambut pendek keriting berombak itu  berjalan ke sebuah tangga yang menurun di sebelah barat gedung aula menuju lapangan voli yang diterangi lampu. Dia duduk di tangga memandang lapangan voli.

” Sebentar lagi aku akan keluar, berpisah dengan sekolah dan teman-teman.” Dia diam lalu menangis.

Cowok yang mengikutinya mendekat,” Kenapa kamu keluar? Acaranya seru lo!”

” Aku ingin sendiri!” Tandas Silvi. Continue reading

cerpen cinta – maafkan aku sayang

cerpen cinta – maafkan aku sayang

maafkan aku sayang

maafkan aku sayang ku tak memilihmu karena kedua orang tuaku tak suka padamu
maafkan aku sayang ku tak memilihmu karena kedua orang tuaku sangat membencimu

aku harus meninggalkanmu walau aku masih mencintaimu. aku sedih juga. tapi kita harus putus. kau jangan memanggilku lagi

aku harus meninggalkanmu walau aku masih mencintaimu. aku sedih juga. tapi kita harus putus. kau jangan memanggilkku lagi

Suatu siang Riana asyik berduaan dengan Langit, pacarnya. Mereka makan bersama di sebuah rumah makan.
“ Aku tak ingin menjadi matahari yang terik menyengatmu, tapi ingin menjadi air yang menyejukkan dan menyegarkanmu.” Rayu Langit.
“Cie..cie.. mau ikutan raja gombal ya?”
“ Jadi gombal pun aku tak apa asal bisa membuatmu jadi berkilau.”
“ Sayang, jangan nggombal terus dong. Nanti aku terbang nih.”
“ Kalau kamu terbang akan kubukakan gerbang surga untukmu dan kubuatkan jembatan pelangi untuk menyambutmu.” Continue reading