cerpen blog – gimana caranya biar di blog ada komentar

cerpen – gimana caranya biar di blog ada komentar -

seragam-smp-3

Semenjak mendapat hadiah ulang tahun berupa blog dari ayahnya, Wika menjadi rajin menulis di blog. Apalagi ayahnya membawakan laptop ke rumah. Laptop itu beberapa hari yang lalu rusak. jadi harus diservis ke reparasi laptop. Sekarang setelah ada laptop di rumah Wika makin mudah dalam menulis di blog. Tapi ayah membatasi memakai laptop hanya dua jam sehari. Tidak boleh lebih agar kegiatannya yang lain tidak terganggu. Maka Wika terus-menerus menulis di blog. Biasanya cewek kelas 2 SMP itu online sepulang sekolah pada pukul 4 sore sampai pukul 6 sore.

Sore ini pun Wika berniat menulis tapi dia bengong terus sampai 1 jam.

“ Aku udah banyak nulis kok nggak ada komentar ya?” tanya Wika.

Dia berpikir terus, bertanya-tanya.

“Kok blog orang lain ada komentaranya sedangkan dia tidak? Apa yang salah? Apa yang harus aku lakukan?”

Wika memegangi pelipisnya yang berponi . dia memukul-mukul keningnya kalau sudah pusing. Dia bersedekap melihat winterwing, melihat kanan kiri, menoleh ke belakang.

“ Ayah, cepat pulang dong.”

Ayah Wika adalah guru TI di sebuah SMA dan dosen di sebuah universitas. Ayahnya biasanya bekerja pagi sampai sore . Ayahnya mulai kerja pukul 07.oo sampai pukul 13.00 dan mengajar di universitas Eka mulai pukul 13.00 sampai pukul 17.00  . Wika terus menunggu. Pukul 5 tinggal sedikit lagi. Wika makin tak tahan menunggu. Waktu rasanya makin lambat berjalan. Jantung ini rasanya mau meledak.

“Assalamu alaikum.” Terdengar suara laki-laki yang ringan.

“ Waalaikum salam.” Balas Wika.

Wika segera menyusul kedatangan ayahnya di ruang tamu. Ruang tamu letaknya sebelah selatan ruang keluarga yang besar. Di pojok ruang keliuarga itu terdapat meja, kursi dan laptop. Di sanalah biasanya Wika menulis blog. Laptop tidak boleh ditaruh di kamar agar bisa diawasi ayah dan ibu. Wika dengan cepat keluar.

“ Ayah, tolongin Wika dong! Aku dalam masalah nih.” Pinta Wika.

“ Iya. Ayo masuk! Ada masalah apa?” tanya ayah sambil masuk ke dalam.

Wika mengikuti menyeberangi ruang tamu menuju ruang keluarga di mana di sisi utaranya ada laptop. Ayah mengamati blog winterwinng untuk mencari masalahnya.

“ itu, yah. Blogku kok nggak ada komentarnya? Kenapa ya yah? Kasih tahu dong.” Tanya Wika.

Ayah duduk di kursi besi  berjok hitam sedangkan Wika berdiri di sampingnya. Ayah membuka history. Ayah membaca situs-situs yang pernah dibuka Wika beserta waktunya.

“ wah, kamu nggak pernah buka yang lain ya? Cuma nulis terus?” diagnosa ayah.

“ jadi gimana dong? Gimana caranya biar di blogku ada komentarnya?” tanya Wika.

“ gampang. Promosiin aja.” Sahut ayah.

“ gimana caranya?” muka Wika kian kusut.

Ayah mengarahkan mouse ke nama winterwing di pojok kiri atas. Muncul menu dashboard. Ayah mengklik menu “dashboard”. Lalu halaman dashboard tampil. Ayah mengarahkan mouse ke menu di samping yang bertulisan “pengaturan”. Muncul beragam menu. Ayah mengklik sharing. Lalu halaman sharing muncul. Di sana ada opsi sharing di facebook, twitter, linkedin, dan yahoo. Ayah mengklik facebook.

“ sekarang loginlah ke facebook kamu.”

Wika mengetikkan alamat email dan password. Lalu dia menekan eter. Lalu muncul kotak dialog izin aplikasi. Ayah menekan “izinkan”. Lalu halaman kembali ke wordpress dengan status connected. Ayah mengklik hal yang sama pada twitter. Wika login juga ke twitter karena dia punya akun twitter juga. Setelah mengklik “allow”, halaman kembali ke wordpress juga dengan status connected.

“ dua saja sepertinya cukup. Twitter dan facebook sudah sangat terkenal di internet. Nanti ada tumblr, digg, delicious, plurk dan lain-lain. Tapi lain kali aja ayah ajarin.” Kata Ayah.

“ oh, ya sms juga teman-teman kamu. Kasih tahu kalau kamu habis bikin tulisan baru. Kasih tahu judul posting kamu.” Nasehat ayah.

“ OK.” Sahut Wika.

Wika mengeluarkan hpnya lalu mengetik sms.

“ tambahi juga sama permalink blog kamu.” Tambah ayah.

“ Apa itu permalink?” tanya Wika.

“ ini.”

Ayah mengklik tulisan winterwing di pojok kiri atas. Halaman winterwing terbuka. Di sana ada beberapa tulisan yang disebut posting. Ayah mengklik salah satu judul posting. Halaman baru terbuka dengan berisi hanya tulisan itu. Di bawahnya ada atribut seperti rss 2.0, link edit, like dan kotak komentar. Ayah mengarahkan panah ke atas mengklik address bar.

“ yang ini permalink. Ini alamat blog di tambah judul postingmu.” Jawab Ayah.

“ oh, iya.”  Wika memperhatikan lalu mengetikkan alamat yang tertulis di situ di smsnya. Lalu cewek 14 tahun itu menambahkan penerima sebanyak 30 orang teman-temannya. Lalu dia menekan “kirim”.

“sudah?” tanya Ayah.

“ sudah.”

“ tungguin aja. Insya Allah akan cepat dibalas baik di blog atau smsmu. Sudah, ya? Ayah tinggal dulu. Ayah mau mandi.”

“ Ayah bau.” Wika menutup hidung.

“ Kamu ini.” Ayah ketawa lalu berdiri dan pergi.

Wika menunggu dengan penuh harap. Dia duduk sambil melamun. Tangannya memegang kedua pipinya. Matanya mengarah ke atas membayangkan pujian teman-temannya.

“ Wika, kamu pinter amat sih?” puji Silvia, teman sebangkunya yang agak gemuk.

“ gimana cara buatnya?” tanya Revina yang berambut hitam kecoklatan panjang belah tengah.

“ wah, kamu jadi pembuat situs. Nanti jadi terkenal. Bikinin web dong.” Puji cowok-cowok.

Hatinya melambung oleh harapan. Dia jadi membayangkan kalau dia akan jadi pusat perhatian teman-teman. Semua memandang dan menyapanya. Hai, Hai, Hai. Wika melambaikan tangan beberapa kali membalas sapaan mereka.

Selama 1 – 20 menit Wika masih terbang dalam khayalannya. Ia masih sabar menunggu dengan pandangan positif. Tapi memasuki pukul 17.24 dia mulai surut. Dia berusaha husnus dzan, berprasangka baik pada teman-temannya. Mungkin mereka asyik nonton TV , futsalan, ekskul, les atau yang lain. Tapi menjelang pukul 6 tak ada balasan yang masuk dia makin surut, gelisah dan kecewa. Padahal dia sudah menunggu sambil update status di facebook dan membaca-baca situs lain.

Lalu terdengar adzan berkumandang.

“ sholat, Ka.” Panggil ibunya, Bu Karunia Indah.

“ sebentar, Bu. Nunggu adzan selesai.” Kata Wika ogah-ogahan.

Ibunya diam membiarkan Wika di depan layar. Wika mendengarkan adzan sambil menunggu dan berharap. Satu balasan saja. Pliis..

Lalu adzan selesai. Ibunya memanggil lagi,” Ka, ayo sholat. Sudah selesai adzannya tuh.”

“ Iya.”

Wika meninggalkan laptopnya. Dibiarkannya laptop menyala. Ia pergi ke kamar mandi yang terletak di sebelah timur. Dari tempat ia duduk ke sebelah timur ada mushola. Lalu sebelah timurnya ada kamar mandi di sebelah utara. Di sebelah selatan kamar mandi ada dapur. Dari sanalah Ibunya memanggil. Ibunya sudah selesai wudlu. Sekarang ganti Wika. Wika  wudlu lalu mereka sholat maghrib berjamaah. Ayah sholat berjamaah di mushola di luar rumah. Setelah itu dia berdzikir dan berdoa seperti biasa. Setelah selesai ia melipat mukena lalu kembali ke kursi laptop. Ayahnya barusan pulang.

“ makan, Ka.” Panggil ibunya.

“ Iyaa..” sahut Wika kesal.

Cewek itu berjalan dengan lambat. BT 100%. Ibunya tengah membawakan makanan dari dapur ke ruang makan. Ayah juga membawakan makanan ke ruang makan.  Ruang makan itu di sebelah selatan di depan mushola. Di sana ada 6 kursi kayu warna hitam. Kursi-kursi itu 5 kursi sudah diisi ayah, Ibu, Jefri Abdul Khoir – kakak Wika-, dan dua adik Wika yang masih kecil. mereka kelas 4 dan 3 SD. Wika duduk di kursi terakhir lalu mereka makan bersama .

Wika duduk di kursi menghadap timur tapi diam saja. Bengong terus.

“Kenapa? Kok kamu ngambek?” tanya ibu.

“ Blogku nggak ada komentar, Bu. Smsku juga nggak dibales teman-teman. Tau nggak sih mereka kalau aku nunggu-nunggu mereka? Sebel…………..!”

“ Apa mereka nggak tahu sms harus dibales? Aku aja kalau disms cepet-cepet bales.”gerutu Wika.

“ Ya sudah. Yang sabar. Mungkin besok di kelas teman-temanmu bakalan mbales.” Nasehat Bu Indah.

“ Iya, ka. Yang sabar. Ayah dulu sampai 3 tahun nggak dibales. “ tambah ayahnya.

“ apa? 3 tahun? Gila! Aku nggak bisa nunggu selama itu.” Wika kaget.

“ makanya perlu kesabaran ekstra.Pas nunggu dan nggak ada komentar rasanya memang sedih banget. Tapi pas ada balasan dan komentar rasanya seneng banget. Kayak-kayak semua orang mencintai kita.asalkan kita sabar kita bakalan dapat hasilnya.”

“ dulu ayah nggak pernah dapat komentar karena nulis mulu.lalu ayah baca di buku tentang blog kalau pingin blog sukses harus punya 2 hal.isi yang bagus dan promosi yang bagus. Kamu sudah punya tulisan yang bagus. Tinggal promosi. Ada yang lewat internet. Ada yang lewat offline seperti sms, stiker dan lain-lain. Ayah pernah sms ke taman-teman lalu nggak sampai 1 jam sudah dibales. Seneng……. banget. Ternyata berarti sekali punya teman.” Kata ayah.

” kamu punya blog, Wik?” tanya Jefri.

” iya dong. hadiah dari ayah.” jawab Wika.

” bog itu apa kak? pohon pisang ya?” tanya adik Wika yang kelas 3 SD.

” itu debog. capek deh.” Wika makin BT dengan pertanyaan adiknya. semua orang tertawa kecuali Wika yang kian sebel.

Mereka meneruskan makan. Setelah selesai Ibu dan ayah membawa piring ke dapur. Ibu mencuci piring. Wika kembali ke depan laptop.

“ belajar, Ka. Jangan ngeblog terus. Ngeblog boleh asal pada waktunya.” Kata Ibu.

“ ya..” Wika logout dari blog lalu mematikan komputer. Ia masuk kamar lalu mulai belajar. Ia mulai membaca buku matematika, tapi tak bisa konsentrasi. Pikirannya terus terbayang pada teman-teman yang tidak membalas smsnya. Rasanya seperti diabaikan. Ia jadi benci teman-teman yang tidak membalas smsnya, dan mulai kesal pada saran ayahnya yang tidak kunjung kelihatan hasilnya. Cewek itu keluar menemui ayahnya yang sedang nonton TV bersama Ibu di ruang keluarga.

“ Ayah, cara ayah tadi manjur nggak sih? Kok tetep nggak ada balasan?” protes Wika.

“ ya sabar dong, Ka! Balasan itu nggak mesti langsung. Bisa saja besok atau lusa.” Kata Ayah.

Wika kian dongkol segera masuk kamar. Dia membanting tubuhnya ke ranjang biru bermotif bunga matahari.

“ temen-teman jahat! Jahat! Mereka nggak peduli sama aku! Aku benci kalian! Aku nggak bakalan percaya lagi sama kalian!” seru Wika keras-keras.

Ayah datang masuk kamar wika. Wika melihat yahanya langsung duduk dari berbaringnya. Dia memeluk guling berwarna putih kebiruan. Ayah duduk di ranjang di sebelah Wika. Dia memeluk dan mengelus-elus rambut Wika yang panjang sepinggang.

“ Tolong bersabarlah,Ka. Kita baru nunggu beberapa jam. Blogger sejati bisa nunggu sampai 3 bulan, 6 bulan, sampai 5 tahun. Usaha apapun baru kelihatan hasilnya setelah lama. Dengan ketekunan kita akan bisa sukses.”

“ Tapi lama sekali, Yah.” Wika menangis dalam pelukan ayahnya.

“ makanya yang sabar. Kira-kira besok akan ada teman-temanmu yang kasih komentar. Nanti ayah bantu sebarkan ke teman-teman ayah biar kamu dapat tambahan komentar.” Kata Ayah mencoba menghibur.

“ janji ya yah?”

“ Iya. Wika sayang, ayah beri beberapa kata buat kamu. Untuk di awal jangan kamu berniat nulis karena komentar atau ingin terkenal, tapi menulislah karena kamu ingin berbagi. Kalau kamu memberi kamu akan menerima. Kalau bukan orang itu yang membalas kamu, akan ada orang yang lain yang akan membalas.  bersabarlah” nasehat ayah. Lalu Ayah mencium kening Wika. Ia lalu berdiri.

Ayah melihat buku pelajaran Wika lalu berkata,” matematika itu pelajaran yang mikir. Belajarlah yang serius. Jangan kamu tinggalkan buat yang lain.”

“baiklah.”

“senyum dong!”

Wika berusaha tersenyum menampilkan cahayanya   yang kabur menguap.

“ nah, gitu.”

“ makasih, ayah.”

“ sama-sama.”

“ ayah, sini.” Ibu memanggil dari ruang keluarga.

“ iya.” Balas ayah. ” Nah, ayah duluan, ya Ka? Belajar yang tekun.”

“ ya.”

Wika meneruskan belajarnya. Sampai pukul 09.00 dia selesai. Setelah itu dia tidur.

Keesokan paginya Wika bersiap berangkat sekolah. Dia hendak keluar.

Ayahnya berpesan,”Ingat, Ka! Jangan benci teman-temanmu! Mungkin saja mereka punya kesulitan tak terduga lain yang kita tak tahu. Maafkanlah mereka. Teruslah menulis.”

“ iya, Yah. Wika sekolah dulu. Assalamu alaikum.”

“ waalaikum salam.”

Wika naik sepeda mininya menuju sekolah. Dia sudah tak mengharap lagi balasan dan komentar teman-teman. Daripada berharap lalu kecewa lebih baik tidak sama sekali. Jadi tak ada yang disesali, disedihi dan kehilangan apapun.

Sampai sekolah Wika menuntun sepedanya sampai tempat parkir di bagian barat selatan sekolah SMP Aryapati. Lalu dia berjalan menuju kelas di dekat tempat parkir. Saat ia masuk kelas teman-teman sedang berkumpul mengelilingi sebuah laptop. Mereka tekun memandangi laptop itu.

“ pagi…” sapa Wika lemah.

Silvia dan Revina mendongak melihat Wika diikuti yang lain. Semua orang memandang Wika. Silvia segera mendekat.

“ Wika, tulisan kamu bagus banget sih? Ternyata kamu pinter bikin cerpen. Kok nggak bilang-bilang?bikinin dong.” Kata Silvia.

“ kok kamu bisa punya situs? Siapa yang ngajarin?” tanya Revina.

“ iya. Kok kamu bisa?” Kevin datang menyalami Wika.

Wika membalas salaman Kevin. Ah, senangnya…

Seorang cowok berlari ke depan kelas. Dia berteriak,” hoi, kita punya seleb baru. Wika si penulis dan webdesainer.”

Wika tak mengerti web desainer tapi senyum-senyum saja. Sambutan-sambutan dan tepuk tangan mengelilingi  Wika. Wika terharu sekali. Tanpa sadar air matanya mengalir. Ia memeluk Silvia, Revina, Citra dan teman-teman cewek lain. Teman-teman cowok mau ikut memeluk tapi dihalangi oleh Silvia.

“ Apa? Nggak boleh!” tolak Silvia galak.

Pagi itu mereka ramai ngobrolin blog Wika. Mereka tanya-tanya soal blog dan wika menjawab sebanyak yang ia tahu. Ia juga bercerita kalau semua itu karena hadiah dari ayahnya waktu ulang tahunnya.

12 pemikiran pada “cerpen blog – gimana caranya biar di blog ada komentar

  1. Ping-balik: Cerpen blog – dengarkan ayah | WINTERWING

  2. Ping-balik: cerpen blog – tukar link yuk | WINTERWING

  3. Ping-balik: Ambar Nurhayati » Blog Archive » 4 Cara Memulihkan Energi Pasca Bersalin

  4. Ping-balik: cerpen blog – rahasia wika | WINTERWING

  5. Ping-balik: cerpen – malam minggu pertama tanpa cinta | WINTERWING

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s