padang salju

awalnya adalah sebuah padang salju. padang salju itu putih membentang luas hingga ke ujung cakrawala. langit berwarna putih tanpa matahari. angin bertiup dingin, lembut dan segar.

kemudian sebuah titik hitam muncul. titik itu awalnya kecil kemudian semakin lama semakin besar sehingga makin terlihat bentuknya. titik itu menjadi sosok seorang manusia. dia makin dekat makin menunjukkan wajahnya. dia adalah seorang laki-laki dewasa. pria itu memakai jaket hitam, topi bundar dan kacamata. sebuah tas menggantungd di punggungnya. dia berjalan dengan sepatu khusus di salju berwarna sama.

itulah aku. aku berjalan di padang salju es ini sendirian. aku menetap di dunia yang putih, dingin dan sederhana. dunia es ini sepi tapi luas. aku merasa tenang dan bahagia di sini. tak perlu ribut dengan urusan orang lain di sini. aku juga merasa bebas tanpa perlu malu dilihat orang lain. tak ada siapapun di sini.

aku di sini karena aku menjauh dari keluargaku, teman-temanku, lingkungan sekitarku, bahkan masyarakat dan negaraku. aku menjauh dari dunia supaya aku bisa berpikir dengan tenang, merenungkan arti hidupku di dunia. aku ingin menenangkan diri dulu sejenak sebelum aku kembali kepada mereka. aku di sini untuk menepi, berdiri terpisah dari mereka dan mengamati mereka dari dunia lain.

aku lihat mereka bisa hidup tenang tanpa aku. mereka seketika bisa melupakan aku. mereka sudah bisa menjalani kehidupan seperti biasa. mereka bekerja seperti biasa, beristirahat di rumah, bercengkerama, bercanda, tertawa bersama. mereka saling menggoda bercanda dan berikutnya adalah kemeriahan. mereka bersekolah, tinggal di rumah, main ke sana kemari, bekerja dan bertualang dalam cinta, persahabatan, impian, semangat dan romantika. mereka benar-benar menjalani hidup sepenuhnya.

sedangkan aku sendiri di sini terpuruk terpenjara sepi. aku tak bisa bebas berekspresi seperti mereka. aku begitu dikekang oleh aturan. tidak boleh bercampur baur dengan wanita. tidak boleh berduaan dan mendekati wanita. tak boleh mengejar cinta, impian dan cita-cita. tak boleh mengejar keinginan. ada banyak larangan dalam hidupku.

dulu aku pernah berkumpul bersama mereka tapi aku tetap tak bisa menyatu bersama mereka. aku tak bisa membaur, membuat bahan omongan dan candaan. aku pernah membuatnya tapi garing. tapi kalau mereka yang melawak aku juga ikut tertawa. aku cuma bisa mendengarkan. kadang mereka membicarakan banyak hal tapi aku tak begitu mengerti. mereka membicarakan tempat-tempat baru, orang-orang baru, kabar-kabar baru, film, cerita dan pengalaman-pengalaman lucu, sesuatu yang tak pernah aku miliki. aku taku tahu apapun tentang itu. duniaku adalah buku, walau ada film dan lagu.

teman-temanku tampan-tampan rupawan. yang perempuan juga cantik-cantik. mereka pintar-pintar di dalam pelajaran sekolah. di luar itu pun mereka hebat. mereka hebat dalam olahraga, otomotif, perbaikan barang-barang. mereka juga jago main PS, masak dan lain-lain. saat main PS mereka begitu seru. saat menang mengejek yang lainnya. saat kalah memaki-maki, menantang balik, bahkan kadang menyalahkan joystick-nya juga. sama sekali bukan aku.

jadi di siniliah aku. aku berjalan di padang es di musim dingin, di padang es di mana angin bertiup kencang. inilah duniaku. dunia yang sepi dan dingin tapi luas, lapang dan bebas. aku bahagia di sini.

di padang es ini aku merenung. aku memikirkan makna hidupku, tujuan hidupku, jalan hidupku dan pedoman-pedomannya. aku belajar menghadapi dunia yang keras. aku berpikir, membaca buku, menulis dan merencanakan masa depan. aku belajar banyak ilmu seperti filsafat, agama, matematika, fisika, kimia, ekonomi, sosiologi, politik, bahasa dan lain-lain. aku berusaha mencari nilai diriku, prestasi dan modal hidupku untuk hidup di dunia, untuk tinggal di antara mereka. nilai hidupku pembuktian arti hidupku, makna dan kegunaan keberadaan diriku di dunia yang besar ini.

di padang es ini aku memiliki sayap-sayap. sayap ini tidak sungguhan, tapi khayalanku sendiri. sayap ini melambangkan imajinasi, hati dan impianku. sayap ini menunjukkan perasaanku. aku menunjukkannya dengan tulisan-tulisan puisi, cerpen, diary hati dan gambar-gambarku. karena aku harus selalu menyembunyikan perasaan dan pikiranku dari dunia. jika dunia tahu, mereka akan memangsaku seperti serigala yang menerkam domba. jadi aku harus menyembunyikannya. aku harus bersikap dewasa, mandiri, kuat, berpikir sendiri dan cuek walau cuma pura-pura.

meskipun begitu aku tak bisa terus-menerus menyembunyikan isi hatiku. pada saat-saat tertentu dia mendesak keluar. saat itu aku akan mengungkapkannya secara tak langsung melalui tulisan-tulisanku. tulisan-tulisan itu aku simpan di brankas rahasia kemudian brankas itu aku simpan di gua yang tersembunyi. kalau ingin tahu, silakan datang ke gua itu. silakan baca semua. semua ada di sana. cuma aku tidak akan berikan dengan mudah begitu saja. aku akan berikan beberapa penghalang, teka-teki dan cobaan karena aku tidak ingin semua orang tahu. aku hanya ingin beberapa orang yang aku percaya saja yang tahu. karena kepercayaan, kesetiaan dan kejujuran sangat penting bagiku. di dunia modern mungkin kejujuran dan kepercayaan tidak berarti. tapi di padang salju ini kepercayaan dan kejujuran bisa menyelamatkan hidup. hidup dan mati dipertaruhkan di sini.

penghalang gua ini aku berikan untuk mengetahui seberapa keras usaha orang-orang untuk mengetahui isi hatiku dan apakah mereka dapat dipercaya untuk menjaga rahasia isi hatiku. karena isi hatiku rahasia dan tak bisa dibuka sembarangan. rahasia ini setingkat rahasia militer, rahasia negara.

aku ingin mengatakan isi hatiku kepada dunia supaya dunia memahami dan mengerti aku tapi aku tak bisa berterus terang karena sikap itu akan menunjukkan kelemahanku. jadi aku akan sampaikan lewat teka-teki, kode, asosiasi, alegori, metafora dan lain-lain. jadi aku sampaikan ceritanya tapi maksud sebenarnya berada di bawah tulisan itu dengan enkripsi yang rumit dan canggih.

di padang es ini aku membawa lentera. lentera itu adalah lambang harapan dan impian. aku masih punya hati dan impian. aku berharap suatu saat matahari akan terbit di sini dan musim semi akan datang. es akan mencair. tumbuh-tumbuhan akan bersemi. kehidupan akan menghijau. bunga-bunga akan mekar. kupu-kupu terbang ke sana kemari. hewan-hewan akan bangun berlarian bermain dengan sesamanya. teman-temanku akan datang menyambutku. di saat itu aku akan membangun kotaku di sini. kehidupan nyataku akan dimulai. masa depan yang cerah akan membentang. semua harapan, impian, cita-cita, kesuksesan, persahabatan, petualangan dan cinta akan terkabul menjadi kenyataan. amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s