catatan ilmu pengetahuan

???????????????????????????????

Dulu waktu kelas 3 SMP aku dan teman-teman sekelas pernah mendapat  tugas matematika. Aku menyelesaikannya dalam waktu singkat. Teman-teman menjulukiku jenius. Aku jadi malu. Itu hal biasa. Masih banyak yang lebih pintar dari aku.

Seorang teman bernama Rizky menunjukkanku sebuah buku berjudul “bagaimana menjadi jenius seperti Leonardo da vinci”. Aku tertarik ingin membacanya. Aku pinjam buku itu darinya beberapa hari. Dari buku itu aku tahu ada beberapa langkah untuk menjadi jenius. Langkah-langkah itu ada 7 antara lain:

  1. Curiosita: keingintahuan yang tinggi. Semangat belajar yang kuat.
  2. Dimostrazione: kemauan menguji asumsi selama ini. Tak mudah percaya begitu saja. Segala hal harus diperiksa kembali.
  3. Corporalita: merawat tubuh. Perhatian pada tubuh fisik.
  4. Sensazione: menguatkan panca indra. Melatih kepekaan, sensitivitas.
  5. Arte/ scienza: keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan seni. Keduanya harus ditingkatkan secara seimbang.
  6. Sfumato: kemauan untuk berbaur/ menerima kekaburan, paradox, ironi, pendapat-pendapat yang berbeda dan bertentangan untuk meluaskan cakrawala.
  7. Conessione: memperhatikan hubungan antara berbagai hal, mencari kaitan antara hal-hal yang tak terlihat berkaitan.

Salah satu hal yang dapat kupraktekkan adalah membuat catatan gagasan.  Aku harus merekam idea pa saja yang kudapat. Tujuannya agar tidak lupa. Ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Nanti kalau aku butuh aku bias mengambilnya tanpa takut kehilangan. Selain itu catatan gagasan juga menghemat pikiranku agar tidak stress terbebani begitu banyak informasi.

Dalam curiosita aku juga mendapat pencerahan, bahwa kita sekolah, kita belajar seharusnya bukan karena kurikulum, tuntutan orang tua, kebiasaan masyarakat atau yang lain. Kita sekolah, kita belajar untuk mencari ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan itu kita gunakan sebagai bekal kehidupan, panduan beramal dalam hidup dan untuk keselamatan di akhirat.

Ilmu pengetahuan itu sendiri tampak mempesona bagiku. Ada banyak ilmu pengetahuan yang indah tapi tak diceritakan di sekolah. Misalnya film-film harun yahya, keajaiban matematika, trik-trik matematika, struktur makhluk hidup, cara kerja tubuh, fenomena alam, peristiwa-peristiwa ekonomi dapat dijelaskan lewat pola dan struktur matematika.  Ada kisah rumus-rumus matematika yang unik, ada soal-soal olimpiade  yang membuat manusia berpikir kreatif, berpikir di luar prosedur yang diajarkan di sekolah. Jujur saja aku suka matematika karena bagiku matematika itu sederhana, indah, pasti, mempunyai pola yang bisa diterapkan pada banyak persoalan. Matematika itu rumusnya sedikit lalu berlaku pada banyak soal. Makanya aku suka. Aku gak suka banyak hafalan seperti IPS, bahasa, sejarah, agama dan lain-lain.

Salah satu keindahan lain adalah astronomi. Dengan astronomi kita bias melihat bintang-bintang di waktu malam. Kita bisa mengenali bintang-bintang, planet, rasi bintang, bintang jatuh. Kita bisa memperhitungkan gerakan bintang, bulan dan matahari, menentukan kalender, tanggal, musim, bulan. Kita bisa menghitung  struktur tata surya, gerak planet, zodiac. Pengetahuan astronomi meluas dari Tata surya  hingga galaksi lalu gugus galaksi. Kemudian memperhatikan astrofisika untuk mengetahui sejarah alam semesta, sejarah asal-usul alam semesta, asal kita semua. Kita dapat mengenali black hole, quasar, bintang neutron, singularitas hingga big bang yang mengawali alam semesta. Teori gravitasi dan relativitas umum Einstein membantu ilmuwan mempelajari asal-usul alam semesta. Struktur dan hokum fisika yang mengatur alam semesta ditulis dalam bahasa matematika, persamaan-persamaan fisika yang kita pelajari di sekolah. Semua itu bukan tidak ada gunanya. Semua itu berguna untuk menjelaskan fenomena alam, walau tak semua orang paham.

Aku tahu itu dari buku “alam semesta for beginner” Felix Pirani & Christine Roche, “Einstein for beginner”, “tanda-tanda keberadaan Tuhan di alam” terbitan GIP, “penciptaan alam semesta” Harun yahya, “keruntuhan Atheisme” harun yahya dan lain-lain.

Selain itu aku juga membaca kisah-kisah singkat ilmuwan-ilmuwan matematika dan fisika. Kalau teman-teman memperhatikan pada buku-buku pelajaran kadang ada informasi tambahan sebelum masuk materi inti. Contohnya dulu di PR matematika kelas 3 SMP bab barisan deret di awal bab diceritakan carl gauss menemukan cara penjumlahan beruntun dari 1 sampai 100. Lalu ada cerita Jackie Chan yang tidak pernah diterima perusahaan asuransi karena resiko pekerjaannya sebagai actor action sangat berbahaya. Perusahaan asuransi tahu resikonya karena mereka punya catatan statistiknya. Ada cerita Pascal yang menang berjudi dengan peluang. Ada cerita bagaimana membuat opera Sidney harbor dengan hitung integral. Aku membaca kisah-kisah ilmuwan itu. Mereka sangat keren!

Aku jadi ingin jadi ilmuwan. Aku ingin mempelajari  dan membuka rahasia alam. Aku menggunakan matematika dan fisika untuk itu. Nanti aku tambahi kimia, biologi, bahasa, ekonomi, sosiologi, politik, kesenian dan sebagainya. Tapi sebagai landasan aku harus belajar agama islam juga sebab agama islam adalah landasan, pandangan, tujuan dan jalan hidupku.  Aku lebih suka membaca ilmu pengetahuan popular daripada buku pelajaran sebab ilmu pengetahuan popular itu lebih menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Contohnya “kartun fisika”, “kartun genetika”, komik “why”, “Einstein aja nggak tahu”, “Einstein lagi cukuran”,” Einstein jadi koki”, “berapa berat bumi”,  dan sebagainya. Membaca buku-buku itu bikin pinter  sekaligus menyenangkan. Aku mulai membuat tulisan matematika yang menyenangkan seperti golden ratio, segitiga pascal, barisan geometric dan lain-lain. Bahkan aku ingin membuat cerita ilmu pengetahuan juga yang menarik. Ada komik ilmu pengetahuan seperti di atas karya Johannes Surya. Namanya “Archie & Meidy”.  Baca aja! Kita bisa belajar dari sana.

Buku catatan gagasan ditambah dengan ilmu pengetahuan para ilmuwan menghasilkan jurnal ilmiah. Aku jadi ingin membuatnya. Einstein punya catatan kuliah, Ibnu Batuta, Darwin punya catatan perjalanan. Leonardo da vinci punya catatan dari buku-bukunya yang melahirkan penemuan-penemuan fantastisnya. Salah satu catatannya bernama codex Leicester terjual dari Bill gates seharga beberapa juta dolar. Orang-orang terus menggali catatan orang-orang hebat untuk menemukan pemikiran dan inspirasi mereka untuk membangkitkan peradaban modern zaman sekarang.

Catatan jurnal ilmiah itu menurutku keren sekali.  Catatan ilmiah ini pernah diceritakan menjadi buruan pemburu harta karun. Kan seru? Silakan baca di “templar Legacy” karya Steve balmer. Kayaknya nama penulisnya itu. Sori, aku lupa.

Aku jad membayangkan suatu cerita begini: di akhir hayatnya seorang kakek mewariskan catatannya kepada cucu perempuannya. Cucunya itu tak tahu arti catatan itu. Tapi sekelompok pemburu bayaran berniat merebut catatan itu sebab mereka percaya catatan itu menunjukkan letak harta karun. Cucu perempuan bersama temannya yang mengerti teka-teki catatan itu berusaha mempertahankan diri, memecahkan teka-teki catatan itu sekaligus menangkap si penjahat. Keren!

Adegan perebutan catatan penelitian aku belum tahu di film. Tapi aku melihat beberapa adegan ilmuwan kabur membawa catatan-catatan penelitian mereka. Contohnya Dr. Richard parker di “Amazing spiderman” , Dr. Zola di “Captain America”, “Beautiful mind”, “The seeker”, Prof. James Moriarty  dalam “Sherlock holmes: game of shadow” dan lain-lain.

Yang lebih keren lagi bagi seorang ilmuwan adalah menerbitkan karyanya lalu dimuat di media ilmiah. Di inggris ada royal society, komunitas ilmiah, sayangnya ada mason di sana. Di swiss ada CERN yang meneliti nuklir dan melahirkan internet. Di universitas-universitas di Amerika ada komunitas-komunitas ilmiah. Dalam Negara khilafah dulu juga ada. Dulu kalau ada ilmuwan yang menulis karya ilmiah dan disahkan, maka Khalifah akan membeli karya ilmiah itu seharga emas seberat karya itu. Demikian itulah islam menghargai ilmuwan dan ilmu pengetahuan. Tidak seperti inkuisisi yang menghukum mati Galileo, Kepler, Copernicus. Makanya ilmuwan-ilmuwan barat dulu meninggalkan Kristen, mengajukan sekulerisme, pemisahan ilmu pengetahuan dari agama menjadi ilmu pengetahuan bebas nilai, bebas dari agama. Islam tidak seperti itu.

Karena aku tak bisa tampan, kaya, atletis dan popular seperti artis-artis itu aku memilih jadi ilmuwan saja. Aku ingin menjadi peneliti, pelajar dan ilmuwan seperti mereka. Inilah jalan hidupku. Mereka juga tidak terlalu kaya tapi menghasilkan banyak karya dalam hidup. Mereka membuka rahasia ilmu pengetahuan, menciptakan teknologi, mengubah masyarakat dan dunia. Mereka merevolusi sejarah dunia.  Menurutku itu lebih penting, bermanfaat dan berjasa daripada sekedar menyanyi, menghibur dan berakting.

Aku jadi ingin membuat catatan ilmiah seperti itu. Aku mulai menulis di buku tulis dan binder. Dulu aku juga suka menulis artikel, cerpen dan sebagainya. Kini setelah ada blog aku jadi ingin menulis d blog sebab blog lebih mudah. Tulisan di blog lebih tertata, rapi, sistematis dan bisa diperpanjang sampai nyaris tak terbatas. Di blog ada arsip dan kategori yang menata tulisan menjadi lebih baik. Kita tak harus membaca semua seperti buku. Kita bisa melompat ke bagian apapun yang kita inginkan dengan kotak “search”. Dan lagi tulisan di blog bisa ditambahi foto, video, rekaman suara, file sehingga membuatnya multimedia. Tulisan di internet secara lebih fix dan popular gitu lo. Daripada ngendon di kardus pojok kamar lebih baik dipublikasikan di internet biar semua orang bisa tahu, bisa baca dan kasih komentar.

Oleh karena itu aku harus punya blog dan merawat blog. Aku harus terus belajar, mencatat dan menulis di blog. Aku harus menulis dengan persepsi yang unik yang kumiliki, dengan opini bebas tapi mengandung ilmu pengetahuan. Dengan blog aku bisa menulis tidak sekaku ensiklopedia. Blog memiliki cerita dan opini. Blog adalah bukti eksistensiku di dunia. Blogku adalah karyaku, hasil pemikiran dan perasaanku yang diramu dari berbagai sumber, pengetahuan dan pengalaman. Blogku adalah jejak rekam, karya yang telah kutinggalkan di dunia. Kalau dunia dan Alloh bertanya apa yang telah kulakukan dan kuberikan bagi dunia dan akhirat, kujawab inilah karyaku. Blogku ini juga peninggalanku setelah aku mati nanti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s